Sejarah

0
441

Sejarah menyimpan naskah-naskah epik para para pemimpin di setiap lipatan zaman,

Bagaimana Allah ilhamkan pada Nuh as. untuk membangun bahteranya di atas gunung, agar tak karam saat ombak melamun daratan,

Sebagaimana pula Ibrahim as. yang mengajarkan kebisuan gemintang dan kelumpuhan berhala padakaumnya,

dan si anak Yusuf as. merealisasikan mimpi kecilnya dengan mencalonkan dirinya menjadi bendahara istana, solusi atas mimpi raja dan jalan kembali pada keluarganya,

Khidr as. mengajarkan Musa as. untuk mencegah keburukan, menghindari mudharat yg lebih besar, dan berbuat ihsan kepada setiap manusia,

Daud as. dan Goliat, bukan kebetulan, bahkan Sang Perkasa punya titik lemah yang akan ditemukan oleh mereka yang berani,

Muhammad saw. dan langkah strategis hudaibiyah, sebagai titik balik dakwah islam di Makkah,

Salman dan paritnya, Khalid dan Yarmuk,

Muawwiyah dijanjikan ibunya akan menjadi orang besar semasa kecilnya,

Al Fatih, dididik sebagai pembebas oleh Syaikh Aaq Syamsuddin, menjadikan gunung sebagai lautan bagi armadanya masuk ke Konstantinopel,

Hingga di ujung timur hadir Wayang Kalijaga, Soekarno dan Pancasila,

Sejarah pemimpin mengajarkanmu untuk berani, berpikir tanpa batas dan menetapkan langkah 5 hari, sebulan, bahkan bertahun-tahun hingga dekade dekade mendatang,

Pemimpin strategis tidak bicara citra hari ini, tidak juga masalah yang dihadapi,

Mereka mewujudkan solusi,

Sebagaimana Ibnu Khaldun menjadikan ‘Pembuka’ nya sebagai rujukan multidisipliner keilmuan,

Seorang Hatta yang kehadirannya menguatkan, pikirnya mencerahkan,

Atau Habibie, ia terlihat mundur? Tidak, beliau membangun di belakang,

Kita paham bahwa pemimpin strategis tidak akan lekang oleh zaman, mereka bergerak pararel dengan peradaban, pada jalur-jalur yang tidak kita jangkau,

Jauh maju, hingga kita (terlambat) sadar kita lah yang tertinggal,

Mereka cerdas dengan idenya, ikhlas dengan amalnya, dan berani dengan cita-citanya

Untuk kemaslahatan,
Untuk kemanusiaan,
Untuk sebuah perjuangan,

Tapi, kawan…
Yang ingin kita bicarakan bukan kisah mereka,

Bahwa pemimpin zaman adalah sebuah keniscayaan, itu sudah jelas, sejarah menyaksikan,

Tapi orang-orang yang kini bermain drama peradaban sudah tua-tua,

Mereka (pernah) muda, yang tersisa semangatnya,

Sejarah menanti pemeran baru lakon peradaban, kawan,

Majulah,
Bermimpilah, dan perjuangkan cita-citamu,

Agar pemimpin strategis islam itu muda kembali, hadir dalam sosokmu…

Abdurrahman Yusuf Syakir
Surabaya, 25/8/17
#SLT2017
#BAKTINUSA
#kepemimpinanstrategis

Komentar via Facebook
BAGIKAN