Semangat Ramadan dan Sebuah Pelajaran Berharga dari Masjid Kobe Jepang

0
291

Semangat Ramadan dan Sebuah Pelajaran Berharga dari Masjid Kobe Jepang

 

Nama saya Abdur Rohman, saya merupakan Mahasiswa Pasca Sarjana di Ibaraki University Jepang jurusan Regional and Environmental Science yang juga Alumni Beastudi Etos Dompet Dhuafa dan berasal dari Banyuwangi Jawa Timur.

Saya ingin menceritakan tentang Masjid Kobe yang selamat dari gempa. Masjid Kobe merupakan masjid pertama di Jepang, masjid ini dibangun pada 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan. Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua, penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan. Akhirnya Jepang pun kalah, dua kotanya Nagasaki dan Hiroshima dibom atom oleh Amerika.

Saat itu, Kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima akibatnya, Kobe menjadi rata dengan tanah. Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Kobe tetap berdiri tegak dan gagah. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di bawah tanah masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang. Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru digantungkan di tengah ruang shalat utama. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang di masjid ini.

Sekolah yang hancur akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Masjid Kobe. Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang. Kekokohan Masjid Kobe diuji lagi dengan gempa bumi paling dahsyat tahun 1995. Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.

Selama berada di sini saya belajar banyak tentang sejarah Islam di Jepang, hal ini semakin menguatkan rasa cinta saya akan Islam. Kekuatan Masjid Kobe juga menunjukkan betapa besarnya kuasa Allah dan betapa kecilnya kita semua, saya takjub dibuatnya. Sebuah pembelajaran hidup berharga yang membuat semangat Ramadan saya semakin tinggi.

***

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

 

Komentar via Facebook
BAGIKAN