Tetap Berjuang Mumpung Masih Muda

0
271

Tetap Berjuang Mumpung Masih Muda

Oleh: Endi Deswanto

Etoser Semarang 2016

 

Nama saya Endi Deswanto, saat ini saya menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro jurusan Akuntansi angkatan 2016. Sejak SMA saya memang menyukai penelitian dan sering membuat Karya Tulis Ilmiah. Pada September tahun lalu aku pertama kali mengikuti kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional di Universitas Jendral Soedirman. Pengalaman ini kubagikan agar kamu semua semakin semangat untuk menggapai mimpi dan cita.

“Tidak ada perjuangan yang sia-sia”, mungkin kata ini dapat mewakili usaha saya selama ini, saat ada info lomba Nets Unsoed 2017 saya bersama tim langsung menyusun abstraksi dan berhasil lolos hingga kami menyusun full paper karya ilmiah. Ada yang unik yakni ketika ada mahasiswa dari jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran menulis seputar Ekonomi Digital, memang tidak masuk akal sih tapi itulah yang terjadi. Kita bisa mengembangkan pengetahuan dan tak terfokus padaa konsentrasi ilmu yang sedang  digeluti. Saat mengikuti LKTIN saya terkendala di dana karena uang registrasi lumayan besar, tetapi kami tak pantang menyerah dan melakukan beragam agar tetap bisa berangkat.

Pagi hari sebelum keberangkatan saya sempat mengikuti acara Wisuda Etoser Semarang Angkatan 2013. Setelahnya saya segera ke stasiun untuk naik kereta, kereta yang kami naiki bernama Kamandaka dengan tujuan Purwekerto-Semarang. Perjalanan selama enam jam ternyata cukup melelahkan, kami sampai di lokasi sekitar pukul 16.00 dan langsung disambut oleh Liasion Officer (LO) dan diarahkan menuju masjid terlebih dahulu untuk salat. Selajutnya kami diantar ke penginapan untuk melaksanakan Technical Meeting (TM) pada malam harinya. Saat TM ada sesi pengenalan anggota TIM, jujur aku merasa bangga bisa bertemu dengan tujuh finalis lainnya dari perwakilan Universitas TOP di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Padang, Universitas Diponegoro, dan Insitut Pertanian Bogor (dua tim), tim saya juga merupakan satu-satunya angkatan termuda yaitu angkatan 2016, sisanya merupakan angkatan 2014 dan 2015. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan orang-orang luar biasa seperti mereka.

Kami mengikuti seminar nasional yang diadakan di gedung Rudiro Universitas Jendral Soedirman, di sini lah saya dipertemukan dengan finalis dengan almamater yang berbeda-beda. Setelah sarapan pagi itu kami diarahkan menuju ruangan, untuk mengikuti acara seminar nasional dengan pembicara kece abis dengan tema “Strategi  dan Inovasi Pengembangan Ekonomi Digital untuk Meningkatkan Perekonomian Indonesia”

Seminar ini menjelaskan mengenai perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia yang berkembang begitu pesat seperti On Demand Servies (Go-Jek), Financial Technology (Fintech), dan E-Commerce. Selain itu juga saya juga diajak berselancar di dunia digital dan menyusun strategi untuk mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di dunia global. Karena dunia digital bergerak begitu cepat dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, jika tidak maka akan hilang ditelan zaman. Dengan mengikuti seminar ekonomi digital saya jadi banyak belajar tentang bidang ini. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “Internet itu Bagaikan Pisau bermata Dua” di mana dapat digunakan untuk berbuat kebaikan dan bahkan sebaliknya, di sini saya memahami bagaimana peran media sosial dalam perkembangan perekonomian seperti yang dikatakan oleh salah satu pembicara yakni Kak Kevin Hendrawan, Youtuber, ia memanfaatkan media sosial untuk mencari penghasilan dengan memanfaatkan tren  sedang berkembang.

Keesokan hari kami harus mempresentasikan karya yang kami buat. Malam hari sebelumnya kami berusaha kembali melatih mental untuk presentasi untuk esok hari mulai dari belajar presentasi dan menyiapkan strategi presentasi terbaik. Walaupun kami angkatan 2016, tetapi kami tak mau kalah dengan yang lain, setelah berlatih kami langsung kembali untuk istirahat untuk kesekokan harinya. Pagi itu setelah sarapan kami berangkat menuju Fakultas Ekonomi Unsoed, sesampainya di sana kami mendapat nomor urut empat saat presentasi. Presentasi pertama dilakukan oleh tim dari IPB, selanjutnya dari UB dan UNS, serta saat giliran saya dan tim untuk presentasi.

Kami berusaha semaksimal mungkin dengan mengucap Bismillah, walau satu orang timku sedang kehabisan suara disebabkan radang tapi kami tetap menampilkan yang terbaik. Kami juga berusaha menjawab pertanyaan dari dewan juri mengenai peresentasi kami dengan judul :

“Implementasi Food Truck Market dan Digital Advertising sebagai upaya stimulisasi Usaha Mikro Kecil, Menengah (UMKM) di Desa Rowosari”

saya banyak belajar dari peresentasi finalis lainnya seperti dari UI dan UGM yang sangat luar biasa sampai menyanyikan yel-yel serta langsung membawa produk. Mungkin ke depannya bisa menjadi masukkan bagi saya untuk terus meningkatkan lagi kemampuan serta softskill yang saya miliki. Masuk delapan besar saja saya sudah sangat bersyukur karena berarti Allah telah memberi kesempatan kepada saya untuk terus belajar dari orang lain. Saya memiliki kutipan sendiri karena biasanya saya yang jadi panitia lomba jika di kampus jadi saya buat sebuah kata-kata “Belajarlah menjadi panitia untuk menjadi peserta” Alhamdulillah semua terwujud. Saat menjadi peserta saya memiliki kutipan lainnya yakni “Belajarlah dari finalis untuk mejadi seorang pemenang”. Mudah-mudahan saya benar-benar bisa menjadi pemenang. Lagi-lagi banyak sekali yang aku dapatkan terutama pengalaman serta ide-ide yang membuka pemikiran mengenai perekonomian di Indonesia dengan pemanfaatan teknologi digital. Terakhir saat sebelum pulang saya dan teman-teman melakukan perjalanan bersama finalis serta panitia lainnya di Taman Wisata Batu Raden, Purwekerto, serta tempat oleh-oleh khas Purwekerto. Terima kasih Beastudi Etos dan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Salam Ekonom Muda! Allahu Akbar

 

Komentar via Facebook
BAGIKAN