Yuk Wujudkan Mimpi Bersama Sociopreneur Camp 2018!

0
234

Yuk Wujudkan Mimpi Bersama Sociopreneur Camp 2018!

 

Pemuda adalah kekuatan suatu negeri, karena di tangan pemudalah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Semua pemuda memiliki mimpi yang sama, hanya saja tak semuanya dapat mewujudkan mimpi tersebut karena beragam faktor, salah satunya faktor  ekonomi. Keterbatasan ekonomi membuat para pemuda mau tak mau, suka tak suka mengubur mimpi mereka dalam-dalam.

 

Sebagai lembaga yang berkhidmat pada pengembangan manusia khususnya pemuda, Dompet Dhuafa Pendidikan melalui Beastudi Indonesia membangkitkan lagi semangat para pemuda untuk kembali bermimpi dan mewujudkan mimpi mereka melalui Beastudi Etos. Beastudi Etos merupakan program Investasi SDM khususnya dikalangan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui program pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan.

 

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sociopreneur Camp (SPC), SPC merupakan perhelatan tahunan yang mengundang beragam tokoh nasional guna membangkitkan keberanian para pemuda dalam menggapai mimpi mereka. Mengusung tema ‘The Future Sociopreneur Leaders’, SPC tetap mengedepankan beragam kegiatan mumpuni seperti Temu Alumi yang diadakan di Aula Amanda Hills Bandungan, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (03-08).

 

Sebanyak 140 mahasiswa Penerima Manfaat (PM) Beastudi Etos dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia hadir untuk berbagi cerita dengan para alumni yang telah sukses mengejar mimpi-mimpi mereka. Para alumni datang dari beragam latar belakang, mimpi dan keinginan untuk sukses lah yang menyatukan mereka. Syukurlah kesuksesan tak membuat mereka lupa akan asal dan usul mereka selama ini, setiap tahun mereka datang untuk menyemangati para PM baru agar mampu bangkit mengejar impian masing-masing. Adapun pemateri Temu Alumni antara lain Pariman, Etoser 2004 asal Semarang, saat ini ia bekerja sebagai dosen; Rohandi, Etoser 2005 asal Jakarta yang bekerja sebagai Konsultan Profesional di PT. Wijaya Karya; dan Nanang Fathur Rozi, Etoser 2006 asal Surabaya, bekerja sebagai Konsultan Pertambangan.

 

Ketiga pemateri hebat ini membuat semangat para PM yang hadir membara kembali, dengan gaya serius tapi santai mereka mengajak para PM menceritakan kisah seru selama menjadi PM Beastudi Etos.

 

“Dulu saya itu suka sedih kalau lihat isi dompet, sedih kalau lihat isi ATM, sedih karena tak ada isinya. Tapi saya tak sekadar bersedih, saya cari cara agar bisa bertahan. Alhamdulillah melalui Beastudi Etos saya mendapatkan banyak jalan,” ujar Pariman. “Saat ini mendapatkan smart phone itu mudah, dulu kami harus smart dulu supaya bisa kebeli phone,” gurauan Pariman pun disambut gelak tawa para PM.

 

Selama tiga  jam para PM menyelami seluk beluk kehidupan alumni sebelum, selama, dan setelah mengikuti Beastudi Etos. Banyak pelajaran berharga yang peserta dapatkan selama acara berlangsung, hal tersebut terlihat dari banyaknya komentar baik ketika peserta selesai mengikuti acara Temu Alumni SPC 2018.

 

“Jujur keren, pikiran saya semakin terbuka karena pada mulanya saya hanya berpikir ala kadarnya tentang mimpi dan cara mewujudkannya. Sekarang saya siap menyongsong masa depan lebih cerah. Terima kasih panitia telah membuat acara keren ini,” tutur Jazimatul Nurkhamidah, Etoser dari Institut Pertanian Bogor.

Acara Temu Alumni ditutup dengan foto bersama antara alumni dan para PM, sebelum peserta kembali ke penginapan Pariman memberikan satu pesan yang akan selalu diingat para PM

“Kalau kita sudah bermimpi dan sudah menuliskan mimpi kita, maka semesta akan mendukung. Jadi jangan pernah menyerah dengan mimpi walaupun berat dan sulit,” tutup Pariman

 

 

 

Komentar via Facebook